Ø
Sekilas Tentang
Listrik
Listrik merupakan salah satu penemuan
yang memengaruhi kehidupan kita, Penggunaan akan listrik di era globalisasi ini
sangatlah penting. Begitu pentingnya hampir tidak ada sebuah kegiatan yang
dilakukan tanpa bantuan listrik. Listrik yang awal mulanya digunakan sebagai
media penerangan jalan, memasak makanan, dan menyalakan beberapa perangkat
elektronik. Saat ini penggunaanya pun meluas di bidang medis, temuan perangkat
alat pacu jantung, defibrillator, serta ECCT( electro capacitive cancer
treatment ) merupakan bukti bahwa listrik saat ini akan meluas penggunaannya di
segala aspek kehidupan.
Dalam perkembangannya, banyak ilmuwan
yang telah menyumbangkan pemikirannya tentang listrik. Namun yang paling
dikenal dan paling populer dalam sejarah kelistrikan adalah seorang
berkebangsaan Inggris yang bernama Michael Faraday (lahir tahun 1791
M), yang telah banyak menciptakan temuannya serta mengemukakan teori-teori
tentang ilmu pengetahuan yang dikenal sampai sekarang. Salah satunya tentang
pengaruh elektro magnetik terhadap pembangkitan energi listrik yang disebut
dengan Hukum Faraday (ditemukan tahun 1831 M).
Ø
Bagaimana Listrik Itu
Dibuat ?
Pertama, untuk menghasilkan listrik, Kita
memerlukan sumber bahan bakar. Bahan bakar Tersebut terbagi menjadi dua yaitu
bahan bakar terbaharukan (renewable
energy) dan bahan bakar fosil atau tidak terbaharukan. Sumber energi
terbaharukan meliputi energi angin, matahari, air, dll , sedangkan bahan bakar
tidak terbaharukan meliputi batu bara, gas alam, maupun minyak bumi.
Terlepas dari bahan bakar yang dipilih, sebagian
besar generator mamiliki prinsip kerja yang sama, Pada prinsipnya
generator/alternator berfungsi mengubah energi mekanis (gerak) menjadi energi
listrik. Prinsip kerja dari sebuah generator sesuai dengan hukum faraday , mula
mula kita aliri arus listrik pada slip ring rotor generator untuk membangkitkan
medan magnet pada rotor (eksitasi), setelah itu rotor yang diputar oleh turbin
akan membangkitkan tegangan listrik pada kumparan.
Berikut ini merupakam diagram blok proses perubahan bahan bakar menjadi
energi listrik pada sebuah pembangkit :
a.
Listrik
bolak balik ( AC/Alternating Current )
b.
Listrik
searah ( DC/Direct Current )
-
Sebuah peralatan listrik dapat
dioperasikan menggunakan salah satu sumber AC ataupun DC. Pada hakikatnya
sember bolak balik (AC) dan sumber searah (DC) memiliki kelebihan dan
kekurangannya masing masing.
-
Sebuah rangkaian listrik pastinya tidak
terlepas dari tiga besaran dasar, diantaranya :
a. Voltage
(Volt)/ Tegangan
Tegangan didefinisikan sebagai perbedaan potensial listrik yang menyebabkan
elektron mengalir.
b. Ampere(Amps)/
Arus
Arus didefinisikan sebagai aliran elektron dan diukur dalam ampere.
c. Resistance(Ohms)/Hambatan
Perlawanan didefinisikan sebagai oposisi terhadap aliran elektron dan
diukur dalam ohm.
-
Ketiga besaran tersebut saling keterkaitan
satu sama lain dalam hukum Ohm, Ketiga hubungan V, I, dan R diantaranya :
-
V = I × R (Hukum Ohm)
a. Power
atau Daya
Daya
listrik didefinisikan sebagai kecepatan aliran energi listrik pada satu titik
jaringan listrik tiap satu satuan waktu. Dengan satuan watt atau Joule per
detik dalam SI, daya listrik menjadi besaran terukur adanya produksi energi
listrik oleh pembangkit, maupun adanya penyerapan energi listrik oleh beban
listrik.
Pada rangkaian DC, daya
merupakan hasil dari tegangan dan arus pada sebuah rangkaian. Satuan daya pada
rangkaian listrik adalah Watt, dimana dirumuskan sebagai :
P = Daya, V = Tegangan, dan I = Arus
Pada rangkaian AC ( Alternating Current ), rumus data
tersebut hanya berlaku untuk beban yang sifatnya resistif murni. Secara umum
daya pada sistem bolak balik terbagi menjadi tiga, diantaraya :
a. Daya
Semu c. Daya Reaktif
b. Daya
Nyata
Berikut
ini merupakan persamaan rumus dari daya semu, daya nyata, dan daya reaktif,
Daya
semu >> V x I ( Satuan VA )
Daya
nyata >>
V x I cos @ ( Satuan WATT )
Daya
Reaktif >>
V x I sin @ ( Satuan VAR )
Selain itu, pada rangkaian AC ( alternating current ) kita akan mengenal istilah faktor daya. Apa itu faktor daya? Faktor daya dapat didefinisikan sebagai rasio antara daya daya nyata ( Watt ) terhadap daya semu ( VA ). Nilai maksimum pada faktor daya yaitu 1 atau bernilai 100 %, hal ini terjadi ketika beban pada sistem tersebut bersifat resistif.
Selain itu, pada rangkaian AC ( alternating current ) kita akan mengenal istilah faktor daya. Apa itu faktor daya? Faktor daya dapat didefinisikan sebagai rasio antara daya daya nyata ( Watt ) terhadap daya semu ( VA ). Nilai maksimum pada faktor daya yaitu 1 atau bernilai 100 %, hal ini terjadi ketika beban pada sistem tersebut bersifat resistif.
Ø
Tipe Rangkaian
Secara
umum ada dua tipe rangkaian pada kelistrikan, yaitu rangkaian tersusun secara
seri dan tersusun secara paralel.
>>-
Rangkaian yang tersusun secara seri
memiliki nilai arus yang sama namun beda potensial atau tegagan yang berbeda
pada setiap elemennya.
>>-
Sedangkan rangkaian tersusun secara paralel memiliki nilai beda potensial atau
tegangan yang sama, namun memiliki nilai arus yang berbeda dari setiap komponennya.
Berikut ini merupakan gambar yang merepresentasikan rangkaian tersusun seri dan
paralel.
Rangkaian Paralel
Rangkaian Seri
Ø Sekian
tulisan pada postingan kali ini terkait dasar sistem kelistrikan, semoga
tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima Kasih.
